

Dari satu keluarga Di Mojokerto antara Bapak Atmo dan Ibu Maskamah, Pada era tersebut Bapak Atmo pernah tercatat sebagai Pegawai Dinas Pekerjaan Umum Mojokerto, Pernah menjadi penjual Asongan (Pedagang Keliling ) pernah juga mempunyai Profesi sebagai tukang kayu. Mempunyai 3 Putra dan 1 Putri.
Yang tertua Koestijab menikah dengan putri dari Bojonegoro bernama Endang Sriayani, pernah bekerja di pabrik ban INTIRUP di jakarta, pernah wira-usaha dengan istri dibidang rumah makan, sampai sebagai pengawas bangunanpun pernah dijalani. Sempat mengembara dari Jakarta sampai Medan dan dikarunia-i 8 keturunan.
Nomer 2 : Satu-satunya putri, Kastupah bersama keluarga tetap tinggal di mojokerto, Sebagai pegawai pengairan mojokerto pernah ibu Kastupah lalui, walau pada akhirnya lebih memilih menjadi ibu rumah tangga dan menikah dengan Soekardi TNI asal Klaten Jawa Tengah yg bertugas di mojokerto dan dikarunia-i 9 keturunan.
Putra ke-3 : Khotib Orkin pada Era Bung Karno sempat menjadi jaksa karir (kalau era sekarang sekelas Antasari mantan ketua KPK) di bojonegoro sampai ke ibu kota jakarta, memang idealis tak mungkin dijual, dengan pergantian resim Soekarno ke Soeharto Bapak Chotib Memilih di luar jalur pemerintahan Soeharto. menikah dengan Titik Suyatini yg masih keturunan bangsawan saat itu, terakhir hidup di jakarta dan dikarunia-i 6 keturunan.
Dan yang Bungsu Koeswari menjadi anggota TNI yang berdinas di daerah madiun-Ponorogo, sebagai anggota TNI melekat pula jiwa pemberani yang dibarengi sifat nakal seorang laki-laki, tak urung sering dimanfaatkan pihak lain termasuk keluarga di dalamnya, Menikah dengan Sukesti asal ngawi sebagai guru SD Sambirejo di mantingan. sampai sekarang tetap tinggal disana dan dikarunia-i 3 keturunan.
F1.4.1 Leny Kristiyanti
F1.4.2 Arlina Krismayasari
F1.4.3 Riza Krisna Effendi

Embah lanang tanya aku, mana photo anak ke tiga ku ?
sik urung ono gambare, sik urung ketemu... afdruk disik...!
hahahahahahaha.......kontrak keluarga jakarta mas